NOCTURNO – CHAIRIL ANWAR

Aku menyeru — tapi tidak satu suara
membalas, hanya mati di beku udara.
Dalam diriku terbujur keinginan,
juga tidak bernyawa.
Mimpi yang penghabisan minta tenaga.
Patah kapak, sia-sia berdaya,
dalam cekikan hatiku…

Terdampar….. Menginyam abu dan debu.
Dari tinggalannya suatu lagu.
Ingatan pada ajal yang menghantu,
dan demam yang nanti membikin kaku….

Pena dan penyair keduanya mati,
berpalingan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: